Tampilkan postingan dengan label books lover. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label books lover. Tampilkan semua postingan
0

“CERITA ANTARA AKU, AYAH, DAN BUKU”

            Beda orang tua, beda pola asuh. Begitu pula pola asuh orang tua zaman dulu mungkin juga tak sama dengan pola asuh orang tua zaman sekarang. Bahkan pola asuhku kepada anakku tidak sama seperti pola asuh orang tuaku padaku. Lain dulu lain sekarang. Semakin pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi faktor yang paling mempengaruhinya. Era gadget seperti saat ini menjadi tantangan besar orang tua dalam memberikan pola asuh anak. Banyak dampak negatif dari perilaku anak yang bermunculan setelah banyak mengenal gadget. Salah satunya adalah anak menjadi malas untuk membaca buku. Mungkin saat ini lebih banyak anak yang memiliki hobi membaca status facebook atau twit orang lain dari pada membaca buku bacaan. Hal ini pula yang menjadi catatan penting bagi orang tua dalam memilih pola asuh yang tepat untuk anaknya.   
            Dulu pada saat aku masih kecil tidak banyak mengenal gadget, jadi tidak terlalu banyak tantangan yang mengalahkan buku bacaan sebagai media hiburan dan pembelajaran saat itu. Walaupun aku tidak pernah dibacakan buku cerita oleh orang tuaku, tetapi orang tuaku selalu memberikan majalah anak islami berlangganan setiap bulannya. Dari situlah aku mengenal bacaan selain buku pelajaran dari sekolah. Ayahku sendiri adalah seorang yang memiliki hobi membaca khususnya buku-buku tentang Islam. Rak buku yang penuh dengan buku dan begitu rapi menjadi perpustakaan pribadi ayahku di dalam kamarnya. Melihat rak buku seperti itu, ayah telah menginsiprasiku untuk memiliki perpustakaan pribadi impian di rumah masa depanku.
            Orang tuaku memang tak pernah memaksaku untuk selalu membaca buku, mungkin cukup dengan mencontohkannya padaku secara langsung seperti setiap sore atau malam aku selalu melihat ayah duduk di sofa ruang tamu yang asik dengan bacaannya. Sederhana sekali cara ayahku mengenalkan buku padaku, namun besar sekali dampaknya pada diriku. Sekarang aku jadi memiliki hobi yang sama dengan ayahku yaitu membaca buku walau kategori buku yang aku baca tak sekedar buku-buku tentang Islam tetapi juga buku-buku umum baik itu buku-buku fiksi maupun buku-buku non-fiksi. Mungkin ada benarnya juga istilah “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”.
            Aku bersyukur bisa tertularkan hobi membaca oleh ayahku, karena dengan membaca buku banyak ilmu dan pengetahuan yang aku dapatkan selain dari sekolah formal. Wawasan bertambah, hidup lebih terencana, dan kemudahan dalam memecahkan suatu masalah juga merupakan manfaat dari membaca buku yang sudah aku rasakan. Jadi teringat pengalamanku dulu, sebelum berjodoh dengan suamiku aku membaca buku-buku tentang pernikahan, setelah menyelesaikan bacaan tersebut tak lama aku berjodoh dan menikah dengan suamiku. Banyak bekal ilmu yang kudapatkan setelah membaca buku-buku pernikahan tersebut jadi membantuku dalam menjalani pernikahan kami. Kemudian setelah menikah aku membaca buku-buku tentang kehamilan, tak lama beberapa bulan kemudian aku pun mengandung anak pertamaku. Aku lebih siap mental dan fisik saat hamil karena memang sudah banyak mengetahui tentang kehamilan dari buku-buku yang sudah kubaca. Banyak lagi pengalaman lainnya yang begitu terbantukan karena sudah mengetahui secara teori yang didapatkan dengan membaca buku. Walau kata orang teori tak semudah prakteknya tapi aku yakin dengan teori akan jauh lebih baik tentunya daripada tidak tahu sama sekali.
            Kini walaupun sudah memasuki era gadget bagiku membaca buku tetap menjadi hobi yang menyenangkan. Memahami gadget itu penting, apalagi untuk hal-hal yang positif. Tetapi bukan berarti setelah mampu menggunakan gadget justru menghilangkan budaya membaca buku atau bahkan sampai mengubah perilaku menjadi tidak baik. Jadi semua harus seimbang penggunaannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Jangan sampai budaya membaca buku ini terhapuskan pada generasi yang akan datang.  
                        Rasanya ingin mengucapkan terima kasih untuk ayahku yang begitu berjasa dan sudah mengenalkan aku dengan buku. Kelak aku juga ingin menularkan hobi bacaku ini kepada anak-anakku karena manfaat yang bisa didapatkan begitu besar, walaupun mungkin cara yang akan aku gunakan tidak sama dengan cara orang tuaku dulu.  

#akubukuanakku #bookslover


0

Buku Keuangan Keluarga



heeeyyy akhirnya jadi juga beli buku karya Prita Gohzie ^__^
Efek dari baca buku-buku ini adalah jadi pencerahan banget buat keuangan rumah tangga hahaha...
semakin sadar kebutuhan investasi untuk masa yang akan datang. 
Bukan disuruh lebih irit, tapi disuruh lebih pintar dalam mengelola keuangan rumah tangga.
Pokoknya pencerahan banget deh baca buku ini.
Walau ga semua ide bisa kita ikutin tapi setidaknya banyak pengetahuan tentang keuangan dan segala bentuk investasi, kalau udah tau tinggal dipilih deh yang mana yang cocok buat kehidupan kita. Yang pasti ga semuanya harus diikutin, karena ini berisi tentang ekonomi umum bukan khusus syariah, yang mungkin investasinya belum 100% halal. Makanya kita juga harus pintar memilih dan memutuskan untuk kebutuhan keluarga.

Setelah berdiskusi dengan beberapa teman yang sudah berkeluarga ternyata masih banyak yang ga sadar mengatur/mengelola keuangan dengan baik. 
kalo baca buku ini, banyak banget perencanaan yang harus dibuat dengan benar. Ekonomi keluarga jadi ga carut marut hahah....

bersyukur punya banyak waktu luang untuk bisa membaca buku dan berkesempatan baca buku ini, jadi nambah wawasan banget dan amat bermanfaat. 

aku jadi rajin bikin laporan keuangan keluarga hehehehe... 
ternyata seru juga yaaaa jadi akuntan, manajer sekaligus menteri keuangan di keluarga. lebih enak ngitung uang sendiri daripada ngitungin uang orang laen :p 
0

buku di bulan februari

jeng jeng jeng....


beberapa waktu yang lalu membongkar-bongkar rak buku,
niat mau ngerapiin... dan ternyata memang banyak buku yang ga muat di dalem rak buku
segini masih ada buku-buku yang belum dibalikin sama temen-temen yang pinjem
dan sebagian ada mencar-mencar *heudeuh....

setelah berpikir,
demi muatnya buku dan efisiensi akhirnya merelakan beberapa buku untuk dilelang alyas dijual sama orang lain.

dan terjual 6 buah buku ini... 




sebenernya suami menyarankan untuk ga dijual, biar nanti dibuat perpus pribadi.
tapi ya gimana lagi, lagian yang dijual itu buku-buku yang udah jarang banget dibaca lagi dan ada juga yang berhubungan sama masa lalu hahahaha jadi jual aja dah.

setelah terjual 6 buku tetep aja awal bulan februari ini beli buku 
sebanyak 10 buah buku wkwkwkwk
ilang 6 datang 10 *sama aja kagak muat di rak buku* 


akhirnya buku my stupid boss punya 4 seri lumayan buat haha hihi hiburan soalnya isinya lucu. 
semua buku ini beli baru.

buku watir mau dibaca tapi entar dulu deh... pas belinya aja ampe bilang naudzubillah n amit-amit jabang bayi dulu xixixi soalnya covernya itu lhooooo... *usap2 perut lagi hamil sambil bacaan*
baru beli yang watir 1 yang watir 2 nya entar dulu deh stock di toko buku juga masih banyak, gak kayak buku my stupid boss, yang ada di toko buku sekarang cuma yang fans story dan belum minat beli yang seri fans story :)

terus beli bukunya oki setiana dewi... cahaya di atas cahaya sama buku dekapan kematian.
belum beres sih bacanya tapi baru beberapa halaman aja baca udah baca subhanallah berkali-kali... banyak kalimat yang cantik dan menginspiratif tentang penggapaian impian. Buku islami yang diceritakan secara bersahabat bukan menggurui. banyak quote cantiknya... sukkkaaaaa....

the lunch Reunion ini buku karya tri barmawi, baru dibaca sebagian juga *halah jadi ga fokus mo baca yang mana dulu* hehehe harusnya sih baca yang seri pertama The lunch gossip kalo ga salah judulnya, tapi malah beli buku yang keduanya dulu. Ini buku bikin inspirasi untuk menulis catatan tentang my cwin genk alyas persahabatan. 

dan bulan depan udah wish list buku lagi nih huhu...
pengen beli buku kick andy kisah inspiratif 1 - 3 tapi pengennya beli buku bekasnya aja biar harga bisa nyerong :p atau buku baru yang pake harga diskonannya pake banget 
trus sama pengen beli 2 bukunya prita ghozie yang isinya inspiratif banget buat mengelola keuangan dalam jangka waktu yang panjang. awalnya tau tentang prita ghozie ini dari twit, terus iseng buka blog nya di pritaghozie.com dan pada akhirnya pengen beli bukunya.

*jadi suka koleksi buku berseri-seri gini*

beginilah orang yang suka baca, jajannya ya buku... ^^
biar jendela dunianya terbuka lebar di kehidupan yang akan datang *sok iye*
seru aja dapet banyak pengetahuan yang baru. 
toh bisa jadi ilmu yang bermanfaat kaaaaannnnn.... 
0

Belajar menjadi mama

I love read....
Yeahhh...
Ternyata bacaan di internet aja masih belum cukup buat nambah informasi 
Taraaaaa..... 

itulah buku-buku dan majalah yang jadi nutrisi otak aku si calon mama hehe...
setiap orang punya caranya masing-masing untuk menjadi seorang ibu yang baik. *tentunya

aku sendiri berusaha dan terus belajar menjadi ibu melalui banyak media.
baik itu dari pengalaman kakak-kakak, pengalaman orang lain, baca buku, baca informasi di internet dll. 

Sekarang usia kehamilan masuk 14 minggu 

Sebenernya dari sebelum hamil aku udah baca buku-buku tentang kehamilan dan anak, kayak buku yang ada di foto...
dulu beliin buku untuk kakak, ternyata kalo udah punya anak untuk bisa meluangkan waktu baca buku itu agak repot...
makanya aku pikir sebaiknya udah mulai membaca tentang ibu dan anak dari sebelum kehamilan.
Alhamdulillah setelah baca buku tentang ibu dan anak akhirnya hamil juga hehehe.... 

harapanku adalah bisa menjadi ibu yang cerdas untuk anak-anakku kelak.... Kan klo di Islam al ummu madrosatun artinya ibu itu adalah sekolah, artinya pendidik pembentuk karakter anak yang pertama.  
makanya nutrisi otaknya harus selalu di upgrade dengan banyak informasi melalui buku dan internet...
jadi buku yang dibeli jangan cuma novel aja heheh...

kayak dulu sebelum nikah bahkan sebelum tahu siapa yang akan jadi calon suamiku, aku udah mengupgrade otak dengan pengetahuan tentang menikah melaluo segala bentuk bacaan...
alhamdulillah setelah cukup tau dan cukup mental dan cukup segalanya pernikahan itu tercapai juga... :) 
dan alhamdulillah nya adalah suami mendukung banget dengan hobi aku baca buku. 

dari semua bacaan yang sudah dibaca kita bisa belajar menyikapi dan bertindak mana tindakan yang lebih tepat mana yang tidak, mana yang bisa jadi lebih prioritas mana yang bisa ditunda. 

padahal dulu pas zaman sekolah paling males baca buku kalo bukan buku pelajaran karena saat itu mempeprioritaskan bacaan akademik. 
Novel, cerpen, atau buku-buku lainnya jarang disentuh
tapi setelah lulus kuliah malah jadi book lover gini hehehe...
maklum... sekolahnya sekarang bukan di gedung tapi the real school... alyas sekolahn kehidupan cuma bisa belajar dari pengalaman dan nyari ilmu sendiri dari buku hohoho...

buat calon mama yang lainnya hayuuuu mumpung masih ada waktu untuk nimba ilmu lewat bacaan jangan membuang kesempatan yang ada...
^___~ 


Entri Populer

Visitors

Back to Top