0

Cinta halalku

"Subhanallah..."
Ucapan itulah yang sering kau ucapkan saat matamu memandangi diriku.

Ah, betapa terasa istimewanya diriku yang biasa ini dihadapanmu wahai suamiku.

kegeeran ini menjadi rasa yang berbeda saat yang menyanjung adalah dirimu duhai suami tercinta.

Rindu menggebupun rasanya tak tersia-siakan saat diperuntukkan kepada dirimu, kekasih halalku.

Betapa aku bersyukur dengan segala yang ada pada dirimu.

Inilah cinta yang halal. Bukan cinta semu apalagi angan-angan. Cinta yang sudah sepatutnya disyukuri dan harus dijaga sepanjang sisa hidup ini.

Cinta ini, semoga slalu menyertai kita hingga akhir hayat nantinya.

Cinta ini, semoga mampu mengantarkan kita ke surga Allah SWT yang lebih nyata indahnya.

Cinta ini, semoga menjadi kisah yang layak menjadi uswatun hasanah, maslahat dunia dan akhirat tak hanya untuk kita tapi juga yang lainnya.

Ya Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...
Berkahilah cinta ini dengan kasih sayang Mu yang amat luas.
"Hamba Mu yang sedang mencinta".

0

kontrol kehamilan minggu ke 25

Alhamdulillah, akhirnya kontrol kehamilan juga di usia kandungan 25 minggu atau 6 bulan kehamilan.

Kali ini berbeda, biasanya kontrol kandungan ke dokter dan selalu cek usg si kaka baby, sekarang lagi coba kontrol ke bidan.

Sebenernya dulu pernah sih kontrol ke bidan pas pertama kehamilan, tapi selanjutnya ke dokter setiap kontrol.
Nah, bulan ini kenapa ke bidan?

Alasan pertama adalah bulan ini aku harus kontrol di tebet karena rencana melahirkan di tebet jadi di usia 6 bulan ini harus diperiksa sama tim medis yang ada di tebet supaya catatan kesehatan kehamilannya sudah ada di tebet.

Kedua  adalah mau nyobain periksa di klinik fakhira yang direkomendasiin sama beberapa orang di internet, nah karena di hari sabtu ga ada dokter kandungan perempuan yang tugas, jadilah pilih bidan aja yang pasti perempuan dan setidaknya mengerti tentang kehamilan.

Pengalaman periksa di fakhira pertama kali :
Pas datang ke adminnya, kita bilang mau kontrol kandungan tapi si mba admin keukeuh nanya ada keluhan apa? Dan aku sama suami jawab kita ga ada keluhan tapi kita mau kontrol kandungan aja sama bidan. Si admin menyarankan diperiksa ke dokter umum aja (disana stand by dokter umum jg) kalo ke bidan biasanya kalo pasien ada keluhan aj.
Laaaaaahhhhh.... aneh banget yang ada kebalik lah... masa kontrol kehamilan ke dokter umum... emangnya kita lagi sakit apa yakkkk... heudeuh --____--'
Tapi setelah aksi percakapan ma si admin akhirnya admin nya ngasih kita ke bidan.
Kalo di bogor biasanya ditanya mau kontrol ke dokter kandungan atau ke bidan. Lah ini malah ga nyambung masa pasien disarankan ke dokter umum untuk kontrol kandungan. Lieurrrr...

Akhirnya kita diperiksalah ke bidan.
Kalo di RB Nuraida bogor ruang bidan dan ruang periksa dokter memang ada khusu. Kalo di fakhira periksa ke bidan ditaronya di ruang bersalin. +¥÷=*"!/¥" (random banget)
Well... di luar keanehan-keanehan itu si bu bidannya baik, ramah dan komunikarif. Tapi sayangnya dia ga perkenalkan namanya siapa jadi pas aku dan suami pulang ga tau tuh bidan namanya siapa.
Bu bidannya periksa lingkar lengan bumil, terus periksa tekanan darah, berat badan bumil, kondisi detak jantung bayi, dan kita dikasih buku panduan kehamilan sampai perawatan anak (Ini yang ga kita dapet pas kontrol ke dokter). Setelah semua selesai dan hasilnya baik, aku dikasih rujukan untuk periksa ke lab (cek darah) yang boleh dilakukan kapan aja.

Terakhir kita bayar tanpa beli vitamin (karena vitamin masih punya banyak dan ga pernah diminum juga) total biaya periksa semua sama buku dan dikasih kartu anggota jadi Rp 25.000
Murah banget..... karena biasa kalo diperiksa ke dokter bisa lebih dari Rp 250.000 hahaha jauuuuuhhh aja ya.
Well si mba admin tetep nyebelin coz pake acara salah nulis nama pula. --_____-- Whatever lah.
Yang penting si baby sehat. Tinggal periksa bulan depan entah akan kembali ke fakhira atau ngga. :)

0

Financial Plan buat para wanita, istri atau ibu

Yeaaayyy.. semakin banyak tau semakin terbuka pikiran ini.
Alhamdulillah banget jadi ibu rumah tangga yang punya jam kerja freelance. Jadi punya banyak waktu luang untuk bisa dimanfaatkan dengan hal lain (di luar pekerjaan) dan tentunya untuk yang baik-baik.

Awal februari ini dapet banyak banget pencerahan tentang manajemen keuangan dalam rumah tangga. Walau sebenernya udah punya rule sendiri dalam rumah tangga, tapi dengan dapetin banyak informasi tentang manajemen keuangan rumah tangga ini jadi lebih tercerahkan lagi hahahah...

awalnya cuma baca-baca twit dari seorang konsultan ekonomi prita ghozie yang cukup menarik untuk aku yang sedang hamil 6 bulan ini melakukan investasi di masa yang akan datang *elus-elus perut
sebelum si baby ini lahir terpikir untuk merencanakan masa depannya. Gak pengenlah ya urusan biaya hidup jadi biangnya masalah dalam kehidupan keluarga, walaupun selama ini  aku dan keluarga (alhamdulillahnya) ga pernah bermasalah tentang biaya hidup 
tapi memang sebaiknya harus disiapkan sedini mungkin (sebelum si baby di perut ini lahir) demi masa depan yang lebih cerah *eaaaa. 

lalu bukalah blognya prita ghozie : www.pritaghozie.com 
beginilah kesimpulan dari ibu prita ini : 



selain informasi itu, dapet juga broadcast dari temen tentang cerita ibu septi seorang ibu yang bercita-cita menjadi ibu rumah tangga yang profesional. Dari ceritanya menarik banget langsunglah aku minat buka web nya di : www.ibuprofesional.com dan bagus-bagus bangetttt artikelnya...

sampai salah satu artikel dalam blog www.ibuprofesional.com  itu membicarakan tentang kosep MKRT (manajemen keuangan rumah tangga) yang diambil dari pemikiran seorang konsultan ekonomi juga ahmad gozali (www.ahmadgozali.com). Konsepnya Cash Flow seorang muslim, sepeti gambar di bawah ini :




Dan akhirnya aku menggabungkan kedua konsep dari para konsultan itu heheh....(alhamdulillah juga suami satu suara dengan penggabungan konsep ini)

Jadi aku dan suami punya rekening pribadi dan punya rekening bersama. Rekening pribadi sendiri ada 3 rekening wkwkwk (padahal isinya ya ga banyak-banyak amat) 1 untuk transaksi, 1 untuk tabungan biasa, 1 untuk tabungan berencana pribadi.  
Nah kalo rekening bersama :  Satu untuk dana darurat dan satu untuk investasi tabungan berencana pendidikan anak. (ini konsep prita gozhie). untuk rumah tangga minimal kita punya 3 rekening lhoooo supaya uang kita ga campur aduk dan jangan sampe bikin manajemen keuangan jadi berantakan

Arus keuangan bulanannya pakailah konsepnya ahmad gozali
Setiap bulan PEMASUKAN HARUS DIHABISKAN! nah dihabiskannya sesuai dengan cash flow muslim : yang pertama diperuntukan ZIS (zakat, infak, sedekah) 2,5% - 10%, yang kedua menunaikan hak orang lain (hutang) *alhamdulillah masih belum punya hutang hehe* eh paling arisan aja, yang ketiga untuk investasi (tabungan pribadi, dana darurat, tabungan berencana pendidikan anak), dan terakhir baru deh untuk transportasi dan jajan.

Untuk investasi jangka panjang sendiri aku emang udah minat sama emas dari dulu, cuma dulu investasi emasnya berupa perhiasan. Setelah bincang-bincang sama temen yang juga anak ekonomi dan tau banyak hal tentang perekonomian (pegawai bank juga) dan aku cari informasi di berbagai web akhirnya aku mulai minat untuk beralih dari emas perhiasan ke LM alyas logam mulia. Investasi emas sendiri ini untuk jangka panjang. Bisa untuk persiapan beli rumah, naik haji atau biaya anak kuliah.
nah inves LM ini minimal 1 tahun nyimpen 10 gr, kalo bisa sih lebih supaya nyampe 100 gr nya ga lama hehehe....
untuk informasi logam mulia bisa dicek di antam.com pembelian juga bisa langsung ke PT. Antam atau toko lain bisa juga beli secara online seperti di logammulia.com  , maudinar.com dan banyak lagi. 

Jadi untuk investasi kita bagi 2 : berupa tabungan rekening  (jangka pendek) dan emas (jangka panjang). ini harus punya lhoooo!! mengingat tingkat inflasi di Indonesia tuh relatif naik yaaa... (baca di blog or buku prita gozhie aja) 
Kalau tahun ini masuk TK aja udah Rp 4.000.000, SD lebih dari itu, SMP dan SMA apalagi kuliah lebih mahal lagi, trus inflasi rata-rata 5 - 20% per tahun (nah lho) pas anak kita mau sekolah kita harus udah siap dengan segala kenaikan harga pendidikan yaaaa... 
Makanya kudu siap tabungan rekening untuk dana darurat yang pengeluarannya itu mendadak atau rekening tabungan berencana yang mudah dicairkan pada waktu temponya dan harus punya LM untuk masa yang akan datang ( 3 - 10 tahunan) 

aku dan suami sendiri masih belum berminat untuk ikutan asuransi. Selain masih dapet gratis asuransi dari perusahaan suami, tapi lebih baik uangnya dialokasikan ke ZIS. Pernah baca di artikel tentang mengasuransikan diri kepada Allah SWT itu bagus deh, zakat untuk mensucikan harta, sedekah untuk sehat. lupa nama web na huhu... 
Yaaa... sebaik-baiknya asuransi adalah kepada Allah SWT. yang udah pasti tau ajalnya kita kapan.

Begitulah cerita di minggu ini lagi menggebu-gebu bikin plan financial hahaha... 
Harapannya bisa menjadi wanita, istri dan ibu yang cerdas, ga cuma dari perilaku, pendidikan tapi juga cerdas financial. 

Semoga bisa berhasil dan sukses untuk masa depan!!!
yeaaayy semangattt!!!

Entri Populer

Visitors

Back to Top